#zakososa Pilih sakit hati atau bikin sakit hati?? Cinta terkadang berakhir dengan manis dan sesuai harapan. Namun cinta juga bisa berakhir dengan penuh kekecewaan dan penyesalan. Apa jawaban Anda mengenai pertanyaan di atas? Silakan bagikan jawaban Anda di bawah melalui media komentar!
Pilih sakit hati atau bikin sakit hati?? Jujur saja, saya masih bingung mau memilih yang mana. Jika memilih "bikin sakit hati", saya akan merasa tidak nyaman dan bersalah. Namun, ternyata "sakit hati" itu lebih-lebih membuat diri tidak nyaman dan secara langsung maupun tidak langsung hati akan mengungkit-ungkit kesalahan seseorang yang telah menyakiti hati ini.
Perasaan itulah yang sedang saya rasakan saat ini. Apa? ya, sakit hati. Dikarenakan saya memiliki prinsip untuk mencintai seseorang dengan sepenuh hati (tanpa celah sedikit pun untuk orang lain), akhirnya sekarang saya merasakan pahitnya cinta. Memang pernah merasakan manisnya cinta? belum sih, mungkin jika saya pernah merasakan manisnya cinta, entri ini tidak akan pernah ada (udah merid kalee).
Satu hal yang saya bingungkan, kenapa kesetiaan yang saya jalani selalu tidak disambut dengan kesetiaan yang sama pula? Selama tiga tahun lamanya saya memendam rasa, dan berakhir tidak sesuai dengan harapan. Tiga tahun pula hubungan yang baru berakhir ini menghasilkan kekecewaan yang sangat mengecewakan. huuufth..
So, mungkin saya tidak akan bisa mendapatkan jawaban yang sesuai dengan pilihan saya mengenai pertanyaan di atas. Jadi, silakan Anda bagikan jawaban beserta alasan berupa pendapat maupun pengalaman Anda untuk pmenjawab pertanyaan "Pilih Sakit Hati atau Bikin Sakit Hati??"
Home » Cerita Cinta » Pilih Sakit Hati Atau Bikin Sakit Hati??
Monday, September 3, 2012
Posted at
Monday, September 03, 2012
by
Zaenal Abidin
Pilih Sakit Hati Atau Bikin Sakit Hati??
#zakososa Pilih Sakit Hati Atau Bikin Sakit Hati?? Anda memiliki pengalaman atau pendapat kuat untuk menjawab pertanyaan tersebut? sharing yuk..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Kedua-duanya klo bisa jangan deh....
ReplyDeleteDaripada sakit hati bagusan bikin sakit hati aja deh..
ReplyDeletegak enak loh sakit hati,,
Salam blogging!
ReplyDeletesebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk mas zainal karena sudah meloncat-loncat pada situs saya. dan memberikan komentar yang bergairah dan membakar semangat saya untuk selalu bertenaga.
untuk mengutip tema sakit hati dari konten diatas saya juga pernah mengalaminya
masukan ini adalah sebuah masukan dari abang saya yang kurang lebih seperti ini
Hmm ... ya ya.
Saya mengerti dilema yang mas kita alami. Dan itu sudah lazim terjadi.
Saya hanya bisa berandai-andai jika itu terjadi pada saya dan memang sudah terjadi pada saya, sesuai karakter dan kebiasaan saya.
Pertama, jika saya sulit melupakannya, maka saya akan gunakan jurus mabok. Yaitu saya tidak pedulikan dia juga sayang sama laki-laki lain. Yang penting saya menikmati huubungan yang mengalir dan mengukir sebanyak mungkin kenangan indah untuk saya dan dia. Dan itu akan saya lakukan tanpa pamrih. Tanpa menuntut. Tapi saya hanya nyatakan apa yang saya rasakan secara apa adanya.
Logika ini bagi saya manjur, dengan catatan jika memang dia masih ada cinta sama saya. Karena jumlah kenangan adalah senjata ampuh yang meluluhlantakkan pertahanan seseorang. Dengan catatan, terukirnya kenangan itu bersifat alami, tidak dipaksakan, apalagi dengan rasa takut kehilangan yang tersembunyi.
Kedua, Jika filing saya mengatakan bahwa dia hanya menguji saya, maka saya akan melakukan hal yang sama seperti dia. Yaitu pura-pura dekat dengan seorang cewek (ini gampang, tinggal cari teman wanita kita yang akrab). Intinya, saya akan berusaha agar dia tahu bahwa ternyata saya juga punya cewek lain yang juga tergila-gila pada saya. Tapi secara halus, saya tetap dekat dengan dia, agar selalu tahu bagaimana respon dan perasaannya.